Halaman

    Social Items

ok kali ini kita akan membahas misteri yang di sembunyikan di buku buku sejarah ,

Sejarah Pahit Indonesia yang Disembunyikan dari buku-buku sejarah : AGRESI MILITER BELANDA S/D G 30 S (1945-1967)

Tidak banyak literatur yang mengulas tentang partisipasi Amerika Serikat pada salah satu masa paling kelam dalam sejarah Indonesia, yakni pada medio 1945-1949 saat Agresi Belanda. Pentingnya peran Paman Sam dalam terselenggaranya invasi militer yang dilakukan kerajaan Belanda kepada Republik Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, telah banyak disertakan dalam jurnal dan tesis sejarawan, salah satunya H.W. van den Doel, sejarawan Belanda mumpuni yang menyertakan kebijakan luar negeri AS sebagai salah satu variabel signifikan dalam dinamika invasi militer Belanda di tanah air.


Dukungan Whasington Untuk Kolonialisme Belanda


Dalam studinya, H.W. van den Doel juga menyebutkan bahwa dukungan Washington terhadap praktek kolonialisme Belanda di kepulauan Indonesia telah jauh dicanangkan dari awal tahun 1920, dan masih belum berubah pada pasca PDII, tak tergoyahkan oleh sentimen anti-kolonialisme yang mulai menjadi wacana mengemuka di peradaban barat. Prinsip paling fundamental dari kebijakan luar negeri Amerika yang lebih tinggi dari ‘Sepuluh Perintah Tuhan’, adalah perjuangan suci untuk melindungi kepentingan AS dan kroni-kroninya di muka bumi. Adalah absurd untuk mengasumsikan proses kolonialisasi Belanda di Indonesia dapat berlangsung dengan lancar apabila bertolak-belakang dengan visi geopolitik Washington. Dengan kata lain, kolonialisme Belanda pra dan pasca kemerdekaan di tanah air sudah sejalan dan harmoni dengan kebijakan luar negeri Paman Sam.




Situasi pasca PDII, memasuki era Perang Dingin antara Amerika dan Uni Soviet adalah faktor utama yang melebarkan jurang perbedaan visi kebijakan luar negeri Amerika dengan gerakan anti-kolonial di Asia Tenggara. Setelah Presiden Sukarno memohonkan dukungan ke Washington pada Oktober 1945, Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia bertemu dengan Harry Truman pada bulan Desember tahun yang sama untuk kembali memohon bantuan.



Keadaan yang belum disadari para pemimpin muda Republik Indonesia pada saat itu adalah situasi politik di arena Eropa pasca PDII yang mulai direpotkan oleh kehadiran musuh baru, yakni partai-partai komunis yang mulai merebak di Prancis, Itali, Inggris dan Belanda, yang mengancam kepentingan para pemodal dan pertumbuhan kapitalisme di Eropa. Karena ini, kebijakan luar negeri administrasi Truman tidak mungkin mendukung gerakan nasionalis anti-kolonialisme di wilayah koloni Eropa, yang beresiko untuk memiliki dampak langsung terhadap dinamika politik dan ekonomi di Eropa. Analisa geopolitik dari Departemen Perencanaan Kebijakan AS saat itu menilai, bahwa lebih ‘aman’ untuk mendukung kolonialis Belanda daripada mendukung revolusi politik dan gerakan nasionalis anti-kolonialisme yang sulit ditebak arahnya (1). Paman Sam memutuskan untuk mendukung penuh agresi militer sekutunya Belanda meskipun telah mengumumkan posisi netral dalam konflik tersebut.


Usaha Pemulihan Ekonomi Eropa Setelah PD II


Belanda sendiri, sebagai sekutu yang telah membuktikan kesetiannya kepada Amerika selama PDII, diberikan dukungan penuh atas legitimasi kolonialisasi di Hindia Belanda(2), melalui bantuan finansial Marshall Plan (semacam IMF untuk negara-negara Eropa yang terkena imbas PDII), salah-satu butirnya menyebutkan agar Belanda menggunakan pinjaman Marshall Plan untuk membangun kembali perdagangan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Hindia Belanda (Indonesia). Indonesia menjadi satu-satunya negara koloni Eropa yang tercantum sebagai butir dalam perjanjian bantuan Marshall Plan, dan dengan ini Belanda menjadi satu-satunya negara yang mendapat dukungan tertulis dari Amerika sehubungan dengan klaim atas koloninya di wilayah Asia Afrika. Adalah penyertaan Indonesia dalam Marshall Plan ini yang melegitimasi Den Haag untuk melakukan embargo ekonomi terhadap negara kedaulatan Republik Indonesia.


Amerika Mempersenjatai Belanda Untuk Agresi militer


Washington juga memberikan restu kepada militer Belanda untuk menggunakan peralatan tempur AS dalam status pinjaman, yang menambah secara signifikan ranpur Belanda pada agresi militer pasca kemerdekaan. Pada musim gugur 1945, Sekretaris Negara AS George C. Marshall memerintahkan untuk mencabut seluruh identitas militer AS yang menempel pada peralatan dan kendaraan tempur (termasuk pesawat P-47 Thunderbolt, tank Sherman dan Stuart) yang akan digunakan oleh pasukan SEAC (South East Asia Command) Lord Louis Mountbatten untuk membantu Belanda membombardir Surabaya pada 10 November 1945. Pada 30 November 1946, pemerintah AS secara gratis meminjamkan kepada militer Belanda (melalui melalui program pinjaman ranpur) 118 pesawat terdiri dari pembom B-25, pesawat tempur P-40 dan P-51 Mustang, 45 unit tank Stuart, 459 jip militer, 170 unit artileri, dan persenjataan infantri dalam jumlah yang sangat besar untuk digunakan untuk ‘menjinakan’ Hindia Belanda. Truk pengangkut militer dalam jumlah besar, dan logistik dari arena perang pasifik pun diserahkan oleh Paman Sam kepada Belanda. Militer Belanda juga diberikan fasilitas untuk melakukan pembelian 65.000 ton logistik militer non-amunisi (3).

Amerika juga memberikan restu kepada Pemerintah Belanda untuk mengalokasikan pinjaman sebesar US$ 26.000.000 yang diberikan oleh Dinas Administrasi Aset Perang AS (WAA) pada Oktober 1947 untuk membeli senjata dan amunisi demi mendukung kelangsungan kampanye militernya di Hindia Belanda. Sampai Desember 1948, Amerika masih memboikot keanggotaan Republik Indonesia dalam Komisi Ekonomi PBB untuk Asia Timur Jauh (ECAFE), hal yang kemudian menjadi “lampu hijau” bagi Belanda untuk melancarkan Agresi Militer Jilid II dengan melakukan serangan kejutan ke Yogyakarta pada 19 Desember 1948 (4). Boleh dibilang, agresi militer Belanda pasca kemerdekaan tidak akan dapat terwujud tanpa bantuan langsung dan restu dari Washington (5).


Pada 17 Desember 1948, Direktur dari Departemen Perencanaan Kebijakan George F. Kennan berkata, “Salah satu variabel krusial dalam perjuangan Washington melawan Kremlin adalah masalah Indonesia.” Kennan memberikan masukan kepada Sekretaris Negara George C. Marshall, bahwa salah satu elemen vital bagi upaya pelestarian kepentingan AS di Asia dalam situasi Perang Dingin, adalah penciptaan “Indonesia yang ramah kepada Amerika” secepat mungkin. Siapapun yang menguasai kepulauan Indonesia, apakah itu pemerintahan kolonial Belanda, atau pemerintah Republik Indonesia, tidak boleh dibiarkan untuk membuka pintunya kepada komunisme (6).


Kiprah Komunis Yang Semakin Menguat


Eskalasi situasi politik antara Washington dan Kremlin mulai memasuki babak baru sejak akhir tahun 1947 dengan tingkat ketegangan yang berpotensi berkembang dari Perang Dingin menjadi Perang Panas. Namun baru pada pertengahan tahun 1949, Washington dipaksa untuk meninjau ulang seluruh kebijakan luar negeri termasuk masalah kolonialisme di Indonesia dan Vietnam, dipicu oleh keberhasilan Uni Soviet dalam uji coba peledakan bom atom pertamanya. Kemenangan revolusi komunis Mao Zedong yang mengalahkan pasukan nasonalis Chiang Kai Sek makin membuat Washington seperti kebakaran jenggot, yang berpuncak pada perumusan ulang seluruh kebijakan luar negeri AS di Asia, dan penerbitan Resolusi Dewan Keamanan PBB No.68 (NSC 68), yang diciptakan untuk menselaraskan sikap PBB menyesuaikan dengan strategi global baru dari Washington (7).


Namun yang tak diduga memiliki imbas positif dan berdampak langsung pada perjuangan anti-kolonialisme, adalah kegagalan Belanda menaklukan Indonesia pada agresi militer jilid II-nya yang dieksekusi dengan kekuatan penuh. Kegagalan serangan militer Belanda ke pusat pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta ini, membuat Washington mulai hilang kesabaran, dan kehilangan kepercayaan pada kemampuan Belanda untuk menyelesaikan ‘pekerjaan’nya di Indonesia. Para analis dan pengambil keputusan di Washington mulai berhitung dan mengkaji ulang dukungan Paman Sam pada kampanye militer Belanda yang mahal di Timur Jauh.


Momen yang juga menjadi titik balik krusial yang mempengaruhi dukungan Washington kepada agresi militer Belanda yang dinilai bertele-tele, adalah kejadian pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) di kota Madiun pada 18 September 1948. Soekarno yang dengan segera mengutuk percobaan coup d’état (kudeta) tersebut, serta merta memberikan pernyataan yang sangat keras melalui radio, “Bangsa Indonesia harus memilih! Saya, atau Musso??” (pemimpin pemberontakan PKI di Madiun). Di mata para pengambil kebijakan di Washington, ini adalah suatu bentuk demonstrasi keberpihakan dari para pemimpin Republik Indonesia, dan berpotensi merobah orientasi kebijakan luar negeri AS terhadap konflik Belanda-Indonesia (8). Di pihak lain, rengekan Den Haag yang terus-menerus meminta dukungan tanpa disertai progres yang signifikan mulai menyebalkan terdengar di telinga.


Amerika Serikat Melakukan "Penghianatan" Pada Belanda


Kegagalan agresi militer Belanda jilid II, dan posisi Soekarno terhadap komunisme, sudah cukup bagi George Kennan dan Departemen Perencanaan Kebijakan AS untuk memberikan penilaian akhir yang akan mengakhiri keruwetan di Hindia Belanda, yakni: adalah lebih murah dan ekonomis bagi Amerika untuk mendukung kemerdekaan Indonesia, daripada memberikan dukungan finansial dan ranpur kepada militer Belanda yang ‘memble’ (9). Dan konsekuensi dari keputusan ini adalah perubahan sikap Amerika yang drastis di forum Dewan Keamanan PBB pada 27 Desember 1949, ketika delegasi Amerika dengan terbuka meminta Belanda untuk menyerahkan kepulauan Indonesia kepada pemerintahan Soekarno (10). Kennan yakin bahwa Perang Dingin akan lebih mudah dimenangkan menggunakan senjata ekonomi dari pada militer. Maka, konflik yang berkepanjangan akan mengganggu hegemoni Kubu Barat di wilayah Timur Jauh, dan proses perdamaian harus segera di-instalasi untuk segera menciptakan “Indonesia yang ramah kepada Amerika”, dan memulai proses eksploitasi sumber daya alam dan manusia (11).


Gelombang demi gelombang kritik, protes, dan ratapan dilayangkan oleh Belanda dalam kefrustrasian oleh pengkhianatan sang ‘abang’, namun kesempatan tidak akan diberikan Amerika untuk ketiga kalinya. Keputusan bulat Paman Sam dibuktikan ketika Duta Besar Amerika untuk PBB Phillip Jessup bersama delegasi AS memberikan suara untuk sanksi kepada Belanda oleh Dewan Keamanan PBB (12). Pemberian sanksi ini telah membuat Belanda menjadi lelucon di Komite Bangsa-Bangsa Dunia di PBB. Bahkan budayawan Belanda Cees Fasseur mengilustrasikan upaya militer untuk memperpanjang gelar ‘induk semang’ di Hindia Belanda sebagai suatu dagelan, dan hanya Amerika yang bisa menarik mereka keluar dari tragedi yang memalukan ini (13).


Non-Blok Mengecewakan Amerika

  

 

Namun apa daya, dukungan Paman Sam kepada kemerdekaan Indonesia dengan harapan dapat mendirikan pos kekuatan baru yang akan membantu meredam gelombang komunisme di Asia, punah sudah dengan kebijakan luar negeri revolusioner ‘non blok’ Soekarno-Hatta yang mengejar posisi netral di peta politik dunia. Sedikit mereka sadari, bahwa fundamen prinsip dari Washington adalah “Siapapun yang tidak bersama kita, berarti mereka lawan kita”. Kekecewaan semakin memuncak ketika Soekarno menerbitkan kebijakan yang merangkul komunisme pada September 1950, dengan alasan harmoni sosial dan stabilitas politik. Diperparah dengan semakin besarnya pengaruh Partai Komunis Indonesia di kancah politik yang dibiarkan oleh Soekarno. Ini diterjemahkan sebagai tindak pengkhianatan oleh Washington, dan memposisikan Indonesia sebagai target dari kebijakan politik agresif (14).


Black Ops Cikal Bakal Gerakan G30S PKI


Pada sebuah dokumentasi yang berjudul FRUS (Foreign Relations of the United States) Jilid ke-26 yang diterbitkan pada Juli 2001, sebuah pembahasan mendetail mengenai hubungan politik Amerika dengan Indonesia, Malaysia, Singapur dan Filipina pada medio tahun 1964-1968. Administrasi Lyndon Johnson memberikan perintah kepada CIA untuk melancarkan operasi rahasia dengan kode sandi ‘Black Ops’, yang juga dikenal dengan sebutan ‘Operasi Hitam’. Black Ops adalah Joint Operation (operasi gabungan) antara Pentagon dan CIA, yang memiliki tugas paling vital dan strategis dalam hierarki intelijen di Amerika, dengan misi-misi yang diembankan antara lain: pembunuhan kepala negara, mengorkestrasi kudeta, mengatur pemilihan umum, propaganda dan perang intelijen, semua dengan satu tujuan: yakni untuk pelestarian kepentingan Amerika dan kroni-kroninya di dalam maupun luar negeri.

  


Tugas yang diemban Black Ops kali ini adalah untuk menggulingkan Soekarno melalui kudeta militer yang dieksekusi pada 30 September 1965 yang diberi kode 'GESTAPU' (Gerakan September Tiga Puluh). Washington disebutkan melakukan transfer dana sebesar 1.100.000 dollar Amerika ke beberapa petinggi militer TNI AD untuk mengkoordinir operasi paramiliter melakukan eksekusi berdarah, yang belakangan disebut sebagai “pasukan penjagal” oleh surat kabar International Herald Tribune (15). Pada 2 Desember 1965, Duta Besar Amerika Serikat Marshall Green memberikan daftar seluruh anggota aktif PKI yang dikompilasi oleh CIA kepada koordinator keamanan darurat militer. Alhasil, 100.000 sampai 1.000.000 orang diperkirakan tewas oleh kudeta berdarah yang menjelma menjadi propaganda rezim Orde Baru untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya. Pada 15 April 1966, sebuah kawat diplomatik Duta Besar Marshall ke Washington, “keterlibatan kita sangatlah minimal sebagaimana layaknya operasi Black Ops yang sudah-sudah.”


Dimulainya Cengkraman Amerika Atas Kekayaan Pertiwi


Agenda pertama yang dilakukan oleh Soeharto sebagai PJS Presiden Republik Indonesia adalah menerbitkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA) tahun 1967 yang secara praktis menggelar karpet merah dengan memberikan kuasa pertambangan kepada Freeport yang akan mengangkut kandungan emas terbesar di dunia keluar dari Indonesia menyisakan sedikit saja bagi anak bangsa, perusahaan minyak Mobil Oil, Exxon dan Chevron (dulu masih bernama Stanvac dan Vico yang merupakan anak-anak perusahaan Standard Oil milik Rockefeller) untuk menguasai blok-blok minyak Cepu, Natuna, Aceh, Papua (secara praktis seluruh ladang minyak di tanah air), dengan kontrak mati yang selalu diperbaharui setiap tahun. Agenda politik dari kedatangan Obama ke tanah air baru-baru ini adalah untuk menekan administrasi SBY untuk melancarkan re-negosiasi di Blok minyak Cepu yang sempat alot karena kehadiran rival RRC, dan oleh beberapa nasionalis tanah air yang tobat nasuha.


ok mungkin itu saja yang genpet bagikan semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian :) 

Sejarah Indonesia Yang Di Sembunyikan Di buku-buku Sejarah

Akses domain onion tanpa proxy tor
Lama saya tidak membuat artikel dikarenakan ada urusan di dunia nyata saya dan gejala lainnya tanpa basa basi mari kita bahas bagaimana mengakses domain onion tanpa proxy tor .

Seperti yang kita ketahui untuk mengakses domain onion pasti di butuhkan sebuah proxy tor untuk mengaksesnya entah itu torbrowser,orbot,orfox dan aplikasi atau sofware lainnya , dan kali ini saya akan membahasnya di topik artikel ini . Lalu bagaimana caranya sedangkan jika kita ketik di pencarian url berdomain onion di Google atau aplikasi browser lainnya pasti tidak akan tersambung lalu bagaimanakah caranya untuk mengakses deep web tanpa proxy tor
Membuka Situs Deep Web Dengan Menggunakan Onion.to

Onion.to merupakan semacam web proxy yng bisa dipakai khusus bagi atau bisa juga dikatakan untuk membuka situs-situs Deep Web. Anda Perlu tahu bahwasanya seluruh domain situs Deep Web akan di-redirect ke subdomain proxy .onion.to. Misalkan saya membuka https://kxojy6ygju4h6lwn.onion, maka akan di-redirect menjadi https://kxojy6ygju4h6lwn.onion.to. Semua itu demi keamanan perangkat yng kamu genakan bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengakses Deep Web agar aman dari gangguan hacker.
Cara membuka situs Deep Web:

Buka browser yng biasa kamu genakan bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengakses website (Chrome, Mozilla Firefox, Safari, Opera, dll).

Buka https://onion.to yang dengannya mempergunakan browser kamu.

Masukkan url situs (situs-situs Deep Web mempergunakan domain .onion).

Kemudian tekan "Open via onion.to Proxy".

Selamat kamu sukses membuka satu dari sekian banyaknya situs Deep web.


Sekali lagi saya ingatkan andai ini bukan metode yng aman bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengakses Deep Web. Tapi, bisa dipakai menjdai pengganti membuka Deep Web tanpa TOR. Untuk mengakses lebih tidak sedikit lagi situs Deep Web, silahkan genakan search engine Onion.link bagi atau bisa juga dikatakan untuk menemukan situs-situs penting yng bisa dipakai menjdai 'pintu masuk' menelusuri Deep Web lebih dalam.

Membuka Situs Deep Web Dengan Menggunakan Onion.link


Onion.link merupakan cara baru bagi atau bisa juga dikatakan untuk mencari dan menjelajahi situs Dark web yang dengannya mesin pencari yng mirip yang dengannya Google, malah kamu tak butuh mempergunakan Tor bagi atau bisa juga dikatakan untuk menelusuri Dark Web / Deep Web. Situs web proxy Onion.to cuma mampu dipakai bagi atau bisa juga dikatakan untuk membuka saja, namun bagi atau bisa juga dikatakan untuk Onion.link tak cuma menjdai proxy saja namun pun memiliki fitur Search engine untu mencari dan menemukan situs Deep web yang dengannya keyord yng kamu inginkan.
Cara membuka situs Deep Web:

Buka browser yng biasa kamu genakan bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengakses situs (Mozilla Firefox, Chrome, Safari, Opera, dll).

Buka https://onion.link yang dengannya mempergunakan browser kamu.

Ktik keyword, semisal "Hidden Wiki, Search Engine, Onion Directory, dll"

Kemudian tekan 'enter' ataupun tombol 'search"

Buka situs yng ingin kamu akses.


Perlu kamu ketahui andai situs Onion.link tak mengindeks seluruh situs yng ada di Deep Web. Sebenarnya Onion.link merupakan situs Direktori kumpulan link situs penting di Deep web yng mampu dipakai menjdai 'Gerbang Masuk' ke dalam Deep web.

Beberapa situs penting bagi atau bisa juga dikatakan untuk masuk lebih jauh ke dalam Deep Web



Hidden Wiki : https://7g5bqm7htspqauum.onion

Ahmia.fi - Clearnet search engine for Tor Hidden Services (allows you to add new sites to its database) : http://ahmia.fi/index.php

Core.onion - Simple onion bootstrapping : https://eqt5g4fuenphqinx.onion

Deepsearch - Another search engine : https://hpuuigeld2cz2fd3.onion

DuckDuckGo - A Hidden Service that searches the clearnet : https://3g2upl4pq6kufc4m.onion

Gateway - Tor / I2p web proxy : https://6dyi4t72u7y6g763.onion

TORLINKS Directory for .onion sites, moderated :https://torlinkbgs6aabns.onion

OnionList - Onion Link List and Vendor

Cara mengakses DEEP WEB tanpa jaringan TOR

Kisah Nyata G / 30 S PKI di Indonesia?



Fakta:
Sebelum 30 Sept 1965: PKI dan Angkatan Darat (didominasi oleh jenderal anti-komunis) semakin saling bermusuhan.
Soekarno, satu-satunya sosok yang berdiri di antara kedua faksi ini, jatuh sakit.
Pada tanggal 30 Sept petang sampai 1 Oktober pagi, 6 jenderal (termasuk Panglima Angkatan Darat, LetGen Ahmad Yani) diculik oleh seorang buronan penjaga kepresidenan (pasukan Tjakrabirawa), seseorang berhasil melarikan diri (Kepala Staf, Jenderal AH Nasution). Dari 6, 3 dibunuh di rumah mereka sendiri. Mayat mereka, jenderal yang tersisa, dan ajudan Nasution dibawa ke daerah Lubang Buaya di Jakarta Timur.
Menjelang pagi, korban penculikan sudah dibunuh dan dikubur di sumur tua.
Stasiun Radio Republik Indonesia diduduki oleh pasukan PKI dan pengumuman disiarkan bahwa Dewan Revolusi (Dewan Revolusi) mengambil alih kekuasaan Dewan Jenderal (Dewan Jenderal).

Presiden Soekarno dibawa ke pangkalan udara Halim Perdanakusumah untuk keamanannya, dilindungi oleh Panglima Angkatan Udara Mars. Omar Dhani.
Satu-satunya komando tertinggi Angkatan Darat, MajGen Soeharto, mengkonsolidasikan Angkatan Darat dan mengumpulkan pasukan PKI di RRI dan menghadapi Angkatan Udara di Halim, menuduh mereka 'menculik' presiden. Pengumuman disiarkan melalui RRI bahwa tidak ada usaha Dewan Jenderal dan Dewan Revolusi untuk kudeta telah dicegah.
Singkatnya, balas dendam terhadap komunis yang akan dimulai dalam 2-3 tahun ke depan, PKI untuk membubarkan diri sebagai entitas politik, anggotanya mendapati diri mereka diburu, dipenjara tanpa pengadilan, dieksekusi oleh massa, atau dikirim ke kerja paksa.




Nah, apa yang sebenarnya terjadi? Ada beberapa versi, masing-masing memiliki pendukung sendiri:
1.
Versi rezim Orde Baru: PKI adalah pelakunya. Seluruh partai, turun ke masing-masing anggota, bertanggung jawab atas keseluruhan urusan ini. Mereka ingin mengubah Indonesia menjadi komunisme. Oh ya, Soekarno juga ikut terlibat, karena dia selalu membela PKI dan selalu dekat dengan Aidit dan sejenisnya. Dan satu hal lagi, Kepala Angkatan Udara juga seorang komunis.
2.Pembela Orde Baru dan pembuktian PKI: Soeharto adalah dalang semua orang. Dia entah bagaimana mempengaruhi beberapa perwira militer yang dekat dengan PKI untuk memulai penculikan tersebut, dan bergerak dengan cepat sebagai pahlawan untuk menyelamatkan hari itu. Dalam satu pukulan ia melepaskan pesaingnya, kepala Angkatan Udara Omar Dhani dan Panglima Angkatan Darat Ahmad Yani, dan akhirnya menyingkirkan presiden itu sendiri.
3.Versi anti-asing dan konspirasi teori konspirasi: ini semua adalah karya CIA dan MI6. Mereka menciptakan ketegangan dan mempengaruhi orang-orang kunci yang menyebabkan penculikan dan akhirnya rezim tersebut berubah.
Kita perlu memiliki pikiran terbuka dan kemauan untuk membaca banyak dokumen dari periode hingga mampu memahami apa yang 'paling mungkin' terjadi dan mana yang mendekati kebenaran. Kita juga perlu membedakan mana dari buku-buku yang tersedia di pasar tentang subjek ini yang ditulis oleh penulis netral, bebas dari afiliasi politik, motivasi, atau kelompok-kelompok di atas yang saya sebutkan.

Sekarang untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menawarkan kesimpulan saya setelah membaca buku-buku yang direkomendasikan ini:
1. "Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan & Petualang" by Julius Pour, 2010.
2. "Sukarno, Tentara, PKI: Segitiga Kekuasaan Sebelum Prahara Politik 1961-1965" by Rosihan Anwar, 2007.
3. ''Dokumen CIA: Melacak Penggulingan Soekarno dan Konspirasi G30S 1965'' by Edward C. Keefer, 2007.

Buku # 1 memberi garis merah yang jelas dari Madiun 1948 ke Jakarta 1965. Hal ini membuat pembaca mengerti mengapa Angkatan Darat dan PKI adalah musuh lengkung politik.
Buku # 2 menyediakan buku harian Rosihan Anwar 1961-1965. Pembaca akan mengerti apa pendapat publik tentang Soekarno dan PKI. Beberapa insiden juga dijelaskan dalam buku tersebut, termasuk serangan politik PKI.
Buku # 3 memungkinkan pembaca untuk mengevaluasi seberapa jauh yang asing, terutama keterlibatan pemerintah Amerika dalam perselingkuhan ini.

Saya juga bertemu dengan seorang pria tua yang merupakan anggota PKI muda di Pekalongan, menghabiskan bertahun-tahun hidupnya di sel penyiksaan, penjara, dan kerja paksa militer tanpa pengadilan. Ceritanya mengenai masa itu sangat berharga bagiku, karena hal itu membuatku mengerti cara berpikir dan sikap anggota PKI.

Kesimpulan saya tentu saja bisa diperdebatkan, tapi saya berusaha bersikap netral dan mendekati kebenaran sebisa saya. Untuk mengetahui kebenaran mutlak tentu saja tidak mungkin.
Saya akan mencoba sesingkat mungkin.

1.Pada tahun 1948, pangkat utama TNI memutuskan untuk merasionalisasi (?) Militer, mengubahnya dari payung gerombolan bersenjata dan gerakan ke sebuah angkatan militer profesional. Didominasi oleh kaum nasionalis (Sudirman, Nasution, Simatupang dll) komando utama melarang kelompok yang paling kanan, yaitu kelompok Islamis, dan kelompok kiri, yaitu PKI, untuk bergabung. Kaum Islamis kemudian akan memberontak saat DI / TII, sementara milisi bersenjata PKI memberontak di Madiun.
2.955 general election gave PKI the 4th place. It had consolidated its power since Madiun and now was an important force impossible to ignore.
3.1959 Indonesia beralih ke 'demokrasi terpimpin' (baca: kediktatoran Soekarno)
4.
Sejak saat itu, Angkatan Darat, yang didominasi oleh anti-komunis, dan PKI, yang terus mempromosikan reformasi pertanahan dan bermusuhan dengan negara-negara Barat, Malaysia, dan pemilik lahan lokal, semakin mengunci tanduk secara politis. Soekarno semakin dekat dengan kepemimpinan PKI dan mempertahankan partai tersebut dalam pidato publiknya.
5.PKI got its political fuel from the Konfrontasi against Malaysia, Soekarno increasing favor and Chinese Communist Party's support. They requested to Soekarno to form "the fifth force", i.e. armed "peasants and labors" / militia under PKI's command, to fight the Malaysia. The truth was they needed such force to deter the anti-communist Army. Such plan was very much opposed by the Army.
6.Soekarno sakit (saya tidak ingat kapan tepatnya). Ini membangunkan kepemimpinan PKI bahwa pelindung mereka tidak akan ada selamanya. Di dalam politbiro PKI ada Biro Chusus yang rahasia (biro khusus). Para elit ini merencanakan sebuah kudeta, bukan melawan Soekarno, tapi melawan pimpinan Angkatan Darat. Ini akan menjadi G30S. Seorang teman PKI, seorang komandan Tjakrabirawa (pengawal kepresidenan), LtCol Untung, akan melaksanakan operasi tersebut.
7.Seorang perwira tentara (saya lupa namanya) memberi tahu Soeharto tentang rencana G30S. Soeharto ada di rumah sakit karena anak bungsunya mengalami kecelakaan. Peristiwa ini menjadi dasar argumentasi bagi orang-orang yang menuduh Soeharto sebagai pelakunya atau terlibat dalam operasi tersebut. Tapi saya pikir saat itu dia tidak benar-benar mencerna apa yang sedang terjadi. Dia mungkin hanya menunggu dan melihat perkembangannya. Jika G30S ternyata menjadi presiden-sanksi, dia tidak akan menjadi orang yang melawan presiden. Jika tidak, maka dia akan mencoba untuk mencari tahu terlebih dahulu. Saya tidak berpikir malam itu dia mendapat informasi detail tentang siapa yang ada di daftar hitam untuk diculik.
8.Setelah G30S dimulai, PKI SM kehilangan momentum ketika Soeharto, yang menurut mereka tidak akan menentang mereka, masuk dan mengambilalih kepemimpinan Angkatan Darat.
9.
Selama 3 tahun berikutnya, kekuatan Soeharto semakin meningkat dan Soekarno semakin berkurang, sampai dia mengundurkan diri pada tahun 1967. PKI akan berhenti ada dan anggotanya akan menghadapi penyiksaan, eksekusi massal, diskriminasi, percobaan pura-pura ... secara praktis merupakan genosida. Hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina terputus.
10.
Apa keterlibatan CIA dan MI6 dalam semua ini? Mereka senang melihat Soekarno mengundurkan diri. Soeharto memastikan dukungan AS dan Brit melalui Adam Malik yang mendekati badan intelijen asing. Jadi saya menyimpulkan bahwa kecerdasan Barat lebih seperti 'mengendarai ombak' dan menghadapi pemenang yang lebih mungkin.

Kisah Nyata G / 30 S PKI di Indonesia?

Sebelum membahas daftar-daftar film Gore kurang rasanya jika saya belum menjelaskan pengertian kata "GORE" lalu apa itu film  Gore?
Film Goresebuah, film yang banyak menampilkan adegan kekerasan dan berdarah-darah. Biasanya film ini mengkisahkan tentang seorang psikopat yang membunuhi para korbannya seperti hewan ternak, tanpa perasaan.
Nah sudah jelas bukan? Jadi untuk kalian yang penasaran dengan film film Gore maka saya akan membagikan daftar daftarnya :

1.Saw I-VIII
Saw adalah sebuah film horor buatan Lions Gate Films yang dirilis pada tanggal 29 Oktober 2004 dan baru baru ini merilis film baru saw 8 pada bulan Oktober ini. Film ini terkenal dengan slogannya "every piece has a puzzle". Judul film ini diambil dari kependekan nama tokoh utamanya,



2.FINAL DESTINATION I-VI
Final Destination adalah film horor yang dirilis tahun 2000 dan akan merilis sebuah film baru pada tahun ini FINAL DESTINATION 6. tentang sekelompok pelajar yang 'menipu kematian' 


3.RUMAH DARA(INDONESIAN FILM)

Film Rumah Dara berkisah mengenai sekelompok pemuda-pemudi yang terjebak di rumah milik seorang pembunuh misterius yang bernama "Dara"
4.THE HUMAN CENTIPEDE 1-3
the human centipede (first sequence) ini dirilis pada tahun 2009. sempat menuai berbagai kontroversi dan kecaman, membuat saya ingin menonton film ini. film ini menampakkan cerita seorang dokter yang berambisi menciptakan suatu makhluk yang menyerupai kelabang (punya kaki banyak). 

5.HOUSE OF WAX
House of Wax adalah film horor tahun 2005 yang disutradarai oleh Jaume Collet-Serra. Film ini merupakan buatan ulang dari film dengan nama yang sama pada tahun 1953 yang dibintangi Vincent Price dan film tahun 1933, Mystery of the Wax Museum.

6.THE SILENCE OF THE LAMBS
The Silence of The Lambs, diangkat dari novel laris karya Thomas Harris ini adalah film thriller psikologi yang memenuhi ekspektasi dari apa yang dicari dalam genre ini. The Silence of The Lambs sendiri adalah sekuel kedua dari lanjutan novel berjudul Red Dragon dan Hannibal Lecter. Menegangkan,breathtaking, dan jenius.

7.PET
Film ini akan menceritakan tentang seorang pria yang sangat menyukai seorang gadis, namun setelah ia mengetahui gadis yang disukainya menolak cintanya, Ia kemudian menjadi terobsesi dengan dia, yang menyebabkan dia menahan wanita tersebut di bawah penampungan hewan di mana tempat dia bekerja
8.MANIAC
Film ini mengisahkan Frank Zito yang mewarisi sebuah toko manekin dari Ibunya. Dan pada suatu hari dia memutuskan untuk mengenali dunia luar dengan mengikuti situs kencan online. Jadilah dia bertemu dengan perempuan dan berkencan dengannya. Pada awalnya, semuanya baik-baik saja sampai akhirnya Frank berhalusinasi perempuan di depannya itu dengan kepala yang berdarah darah. Frank pun memutuskan untuk pulang, yang diartikan oleh perempuan itu sebagai .

9.THE COLLECTOR
The collector bercerita tentang larry dan istrinya yang pulang ke rumah dan menemukan rumahnya dalam keadaan lampu mati. Mereka menemukan sebuah kotak besar di tangga dan ketika membukanya, mereka sangat takut melihat apa yang ada di dalamnya. 
10.SPLIT
ceritanya sungguh menarik. Berfokus pada seorang pria yang memiliki 23 kepribadian yang berbeda. Setiap pribadi memiliki karekter masing-masing. Dia bisa berubah menjadi pribadi anak kecil, pribadi wanita, penjahat, dan lain sebagainya. Dan, Kevin memiliki satu pribadi yang tidak pernah muncul kepermukaan, untuk memunculkan pribadi tersebut, Kevin harus melakukan penculikan tiga gadis remaja.

Mungkin hanya 10 film saja yang saya bagikan di artikel ini jika masih kurang saya akan tambahkan lagi terimakasih 

Daftar Film Gore dan Horor Terbaik